Toyotomi Hideyoshi, si Monyet Pemersatu Jepang (Part 1)
Hideyoshi yang berlatar belakang petani memulai karir sebagai punggawa penguasa terkemuka Oda Nobunaga untuk menjadi salah satu orang paling berkuasa dalam sejarah Jepang. Hideyoshi menggantikan Nobunaga setelah Insiden Honnō-ji pada tahun 1582 dan melanjutkan kampanye Nobunaga untuk menyatukan Jepang yang berujung pada berakhirnya periode Sengoku. Hideyoshi menjadi pemimpin de facto Jepang dan memperoleh posisi bergengsi daijō-daijin dan kampaku pada pertengahan tahun 1580-an. Hideyoshi melancarkan invasi Jepang ke Korea pada tahun 1592 dan meraih keberhasilan awal, namun kebuntuan militer akhirnya merusak prestisenya sebelum kematiannya pada tahun 1598. Putra muda Hideyoshi dan penerusnya, Toyotomi Hideyori, digantikan oleh Tokugawa Ieyasu pada Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600 yang menyebabkan berdirinya Keshogunan Tokugawa.
Pemerintahan Hideyoshi mencakup sebagian besar periode Azuchi–Momoyama di Jepang, sebagian dinamai berdasarkan kastilnya, Kastil Momoyama. Hideyoshi meninggalkan warisan yang berpengaruh dan abadi di Jepang, termasuk Kastil Osaka, sistem kelas Tokugawa, pembatasan kepemilikan senjata bagi samurai, dan pembangunan serta restorasi banyak kuil, beberapa di antaranya masih terlihat di Kyoto.
1. Masa Kecil
Setelah ibunya menikah lagi, Hiyoshi dikirim ke kuil untuk belajar, namun ia tidak menikmati kehidupan di kuil. Sebagai remaja, Hideyoshi terkenal suka berpetualang dan belajar dari berbagai orang yang ia temui. Ada kisah yang menyebutkan bahwa ia meninggalkan rumah untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan berusaha bekerja di berbagai tempat. Di masa ini, Hiyoshi mengganti namanya menjadi Tokichiro. Pertama kali ia bekerja sebagai pembantu kepada Matsushita Yukitsuna (Kahei), pejabat lokal di klan Imagawa.
Tokichiro dikenal sebagai anak yang cerdas dan berani, dengan kemampuan yang luar biasa dalam beradaptasi. Ia juga memiliki kepribadian yang ceria dan pandai berbicara, yang membantunya untuk bertahan dalam berbagai situasi sulit dan bahkan membuat orang-orang mempercayainya
Petualangan-petualangannya kecilnya berujung pada perkenalan dengan kepala klan Hachisuka yaitu Hachisuka Masakatsu (Koroku), seorang kokujin wilayah Owari yang mengabdi kepada klan Saito, yang akan menjadi anak buahnya.
2. Bekerja Menjadi Bawahan Oda Nobunaga
Tokichiro ikut ambil bagian dalam pertempuran Okehazama melawan serbuan klan Imagawa sebagai ketua regu prajurit tombak. Pertempuran yang dimenangkan oleh Oda Nobunaga dengan berhasil memukul mundur klan Imagawa disertai tewasnya kepala klan Imagawa, Imagawa Yoshimoto juga menjadi awal karir militer bagi Tokichiro. Dan di sini pula Nobunaga mulai mempercayai Tokichiro sebagai bawahan yang setia.
Pada tahun 1561, Tokichiro menikahi One (Nene), putri angkat Asano Nagakatsu, keturunan Minamoto no Yorimitsu. Tokichiro melakukan perbaikan Kastil Sunomata bersama dengan Hachisuka Masakatsu, dan Maeno Nagayasu. Upaya Tokichiro dinilai sangat tinggi oleh Nobunaga karena Sunomata berada di wilayah musuh, dan menurut legenda Tokichiro membangun benteng di Sunomata dalam semalam dan menemukan jalan rahasia ke Gunung Inaba, setelah itu sebagian besar garnisun setempat menyerah. Dipercaya di saat inilah ia mempekerjakan Horio Yoshiharu (Mosuke) sebagai bawahan.
Pada tahun 1564, Tokichiro meraih kesuksesan sebagai negosiator. Dia berhasil meyakinkan sejumlah panglima perang Mino untuk meninggalkan klan Saitō, sebagian besar dengan suap yang banyak. Ini termasuk ahli strategi klan Saito, Takenaka Shigeharu (Hanbei).
Kemenangan mudah Nobunaga dalam pengepungan benteng utama klan Saito yaitu Kastil Inabayama pada tahun 1567 sebagian besar disebabkan oleh upaya Tokichiro. Melalui jalan rahasia, ia berhasil membakar gudang perbekalan dan menimbulkan kekacauan di dalam sehingga mempermudah jatuhnya kastil. Meskipun ia berasal dari petani, pada tahun 1568 ia menjadi salah satu jenderal Nobunaga yang paling terkemuka, dan mengganti namanya menjadi Hashiba Hideyoshi (羽柴 秀吉). Nama belakang yang baru mencakup dua karakter, masing-masing dari tangan kanan Oda, Niwa Nagahide (丹羽 長秀) dan Shibata Katsuie (柴田 勝家), dan nama baru tersebut menyertakan karakter dari Akechi Mitsuhide (明智 光秀) dan Mori Yoshinari (森 吉成).
Hideyoshi memiliki bakat dalam bidang logistik dan mampu mengatur pasukan dengan efektif. Ia juga sering diberi tanggung jawab dalam perencanaan militer, yang menunjukkan kemampuan strategisnya sejak usia muda. Hideyoshi sering menghadapi berbagai kendala yang tidak mudah. Tetapi, ia selalu bisa mengatasi situasi tersebut dengan cara-cara kreatif, yang membuatnya disukai oleh orang-orang di sekitarnya dan menjadi semakin dikenal.
Disarikan dari: Wikipedia dan Google



Comments
Post a Comment